ist

PRINGSEWU24 – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pringsewu diprediksi berlangsung panas. Setelah nama Ririn Kuswantari yang menjadi jagoan Partai Golkar, sang petahana Sujadi Saddat mulai susun strategi mengamankan kursi kepemimpinan Kabupaten berjuluk Jejama Secancanan itu.

Setelah mengikuti penjaringan di Partai Demokrat, Sujadi mendapatkan amunisi baru dari Partai Gerindra yang justru sudah mengunci dukungan politik untuknya di Pilkada 2017 mendatang.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pringsewu Heri Proletari Dwi Kaz, Gerindra akan mengutamakan dukungan kepada kader yang memiliki elektabilitas tinggi, terlebih, kata Heri, saat ini nama Sujadi Saddat tercatat sebagai ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Pringsewu.

“Kalau namanya mengusung, itu kan pasti yang diajukan kader, kalau duduk di ketua Dewan Penasihat, itu artinya kader. Kami akan mengajukan kader,” ujar Heri yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra Pringsewu itu.

Sementara itu, Pengamat politik Universitas Lampung Dedi Hermawan menilai, seluruh kandidat pada Pilkada Kabupaten Pringsewu 2017 mendatang memiliki peluang sama dan berpotensi akan berlangsung panas.

Terlebih, pertarungan kembali antara calon petahana Sujadi Saddat dengan Ririn Kuswantari diprediksi akan seru.

Selektivitas memilih pendamping pun harus menjadi perhitungan serius, karena menurut Dedi, kuda hitam bisa muncul dalam Pilkada mendatang, jika dua kandidat kuat tersebut salah dalam menentukan pilihan calon wakilnya.

"Karena pasangan itu kan kalau bisa semuanya berkontribusi untuk mendulang suara. Sehingga, penentuan seorang wakil menjadi penting, Kelihatannya bakal seru. Mungkin ada kuda hitam di sini," tandasnya. (RF)
 
Top