Hi. Sujadi Saddad

PRINGSEWU24 - Pilkada Pringsewu memang paling banyak memunculkan para calon yang akan bertarung. Hal ini menggambarkan keinginan para tokoh atau calon untuk membangun kabupaten tersebut lebih baik lagi.

Dari sekian banyak calon yang sudah menyatakan niatannya untuk maju seperti Ririn Kuswantari, Adrian Saputra, Siti Rahma, dan calon lainnya, justru incumbent Sujadi Saddat lah yang diprediksi masih memiliki peluang besar untuk mmimpin kembali kabupaten bambu seribu ini.

Pengamat politik Universitas Lampung Yusdianto menilai jika pilkada Pringsewu paling banyak memunculkan nama calon dibanding kabupaten penyelenggara pilkada lainnya.

Sebab menurutnya, meskipun tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Sujadi sudah tinggi, tetapi keinginan para bakal calon yang akan maju menggambarkan adanya potensi dari kabupaten tersebut yang belum seutuhnya digali.

''Incumbent memiliki peluang yang lebih, tapi kita juga kan belum tahu persis apakah benar beliau (Sujadi) direkomendasi maju oleh partai, dan partai mana saja,'' ujar Yusdianto(28/4). 

Namun menurutnya, niatan serius Sujadi untuk memimpin kembali Kabupaten Pringsewu sudah terlihat dengan mengikuti penjaringan di beberapa parpol seperti Partai Demokrat dan PAN.

''Peluang beliau memang lebih besar. Namun, bercermin dari pilkada 2015 lalu yang saat itu tiga petahana tumbang di tangan pendatang baru, ini patut diwaspadai,'' kata dia.

Untuk saran, menurutnya, petahana Sujadi tidak perlu ekstra bekerja lebih keras untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat diakhir masa jabatannya, karena saat ini sebagian besar masyarakat menilai Sujadi dengan kinerjanya masih laik untuk memimpin kembali kabupaten tersebut.

''Yang terpenting harus mendapatkan rekomendasi partai untuk memenuhi perahu, jika beliau ingin memimpin kembali. Jika sudah mencukupi perahu partai, beliau harus secepatnya deklarasi,'' terangnya.

Menurutnya juga, munculnya banyak calon di pilkada Pringsewu menjadi sinyal bagi Sujadi untuk cepat bergerak mensosialisasikan diri. Sebab di Pringsewu, popularitas saja tak akan berpengaruh untuk terpilih sebagai kepala daerah. ''Popularitas aja gak cukup, yag penting kinerja,'' pungkasnya. (#)
 
Top