PRINGSEWU24 - 5 Mahasiswa dari 16 Mahasiswa IAIN yang diamankan pihak kepolian masih belum dibebaskan. Mahasiswa tersebut diamakan piahak kepolisain saat melakukan aksi demo di Kampus IAIN, Rabu kemarin.

Masih ditahannya kelima mahasiswa tersebut lantaran diduga sebagai provokator aksi demo dan diduga terlibat aksi pengeroyokan pada 2015 lalu. sehingga Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung akan pendampingan hukum kelima mahasiswa tersebut. 

Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi mengatakan dari mahasiswa yang diamankan masih ada lima yang belum dibebaskan, namun karena ada dugaan yang lain. “Lima mahasiswa yang masih ditahan tersebut tekait dengan tindak pengeroyokan, namun pada tahun 2015 lalu sudah dilakukan perdamaian, mereka juga sudah memberikan ganti rugi kepada pelapor dan pelapor pun sudah mencabut laporannya,” jelas Alian.

Menurutnya, Mahasiswa melakukan aksi demo untuk menyuarakan dugaan tindakan pungutan liar yang dilakukan oleh pihak rektorat IAIN. “Mahasiswa melakukan aksi demo tersebut terkait dengan pungli pembangunan masjid. Jadi harapan kami persoalan ini  bisa diselesaikan secara bijak agar tidak ada lagi kejadian kriminalisasi yang di lakukan pihak Rektorat IAIN,” jelasnya.

Penangkapan mahasiswa tersebut bermula saat Mahasiswa IAIN yang tergabung dalam UNit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam  (UKM SBI) melakukan aksi pada Senin (25/4) lalu dijalan menuju perpustakaan, kemudian melanjutkan aksi di halaman rektorat IAIN, dengan aksi mahasiwa tersebut membuat pihak rektorat melakukan rapat pimpinan dengan menghasilkan kesepakatan pembekuan dan penyegelan UKM SBI.

Tidak terima UKMnya dibekukan mahasiswa melanjutkan aksi dihalaman rektorat, sekitar pukul 08.00 WIB pihak keamanan yang dibantu pihak kepolian membubarkan, dan melakukan penyegelan, namun mahasiswa masih melakukan aksi demo sehingga pihak kepolisian mengankut mahasiswa tersebut. (#)
 
Top