Foto Istimewa

Pringsewu24 - Kawah candradimuka para lifter belia itu berada di Pringsewu, Lampung. Di sebuah padepokan angkat besi bernama Gajah Lampung, anak-anak berusia 10-12 tahun digodok untuk menjadi lifter profesional kelas dunia.

Inilah jalan panjang seleksi alam untuk mencari bibit atlet angkat besi. Jalan penuh tantangan untuk membentuk Herkules-Herkules tangguh dari Pringsewu. 

Di bawah asuhan mantan lifter kelas dunia Imron Rosadi, padepokan ini telah mempersembahkan berbagai medali, termasuk perunggu Olimpiade Sydney 2000 yang diraih oleh lifter putri Sri Indriyani dan Winarni.

Adelia Prasasti (12) adalah salah satu contoh "cantrik" di padepokan itu yang sejak anak-anak ditempa menjadi lifter.
Tubuhnya mungil, beratnya hanya 24 kilogram, namun dengan satu entakan, barbel seberat 45 kilogram bisa dia angkat tinggi-tinggi di atas kepala dan ia tahan selama 10 detik. 

Keringat mengalir di tubuhnya yang susah payang menopang berat barbel.

Wasit menyatakan, angkatan clean and jerk Adelia sah. Gemuruh tepuk tangan dari pelatih, teman, dan penonton pertandingan pun pecah.

Angkatannya itu membawa Adelia menjadi juara pertama Kejuaraan Angkat Besi Antar-pelajar yang digelar di Padepokan Gajah Lampung, Pringsewu, Provinsi Lampung, akhir 2015 lalu.

Ia total mengangkat 76 kg, 31 kg dari snacth dan 45 clean and jerk. Tiga medali emas dan gelar sebagai lifter terbaik kejuaraan ia rebut sekaligus.

Keberhasilan Adelia mengangkat barbel 45 kg tampak muskil buat orang awam. Bayangkan, dengan berat badan hanya 24 kg, ia bisa mengangkat beban 45 kg atau nyaris dua kali lipat dari berat tubuhnya.

Tak hanya Adelia, di padepokan itu selalu ramai dengan anak-anak yang antusias berlatih angkat besi. Kebanyakan mereka memang berasal dari keluarga tak mampu.

Di Lampung, angkat besi bagi sebagian orang merupakan jalan untuk mengangkat nasib, mengangkat martabat keluarga, sekaligus jika berprestasi bisa mengangkat harkat bangsa. 

Inilah pergulatan para Herkules cilik dari Pringsewu. Berbekal semangat dan ketekunan, beban berat hidup bisa mereka kalahkan. (red / www.kompas.com)
 
Top