DEMO - Mahasiswa IAIN Raden Inten saat melakukan aksi penolakan pungli dilingkungan kampus. (Foto - ist)


PRINGSEWU24 - Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung yang tergabung dalam UKM BSI menggelar aksi demo di jalan menuju gedung perpustakaan di lingkungan kampus IAIN Raden Intan, Senin ( 25/4).

Dalam aksinya pendemo melakukan pemblokiran jalan dengan melakukan pembakaran ban di jalan, sehingga akses jalan tertutup, namun dalam aksi tersebut tidak terlihat satu orangpun dari pihak IAIN yang menemui pendemo.

Koordinator Lapangan (Korlap) Pupung mengatakan mahasiswa IAIN dirugikan dengan adanya oknum melakukan pungutan liar (pungli). "Kami mahasiswa menemukan kembali perbuatan yang tidak sesuai seperti pungli, dan itu sangat merugikan mahasiswa," kata dia.

Lanjutnya, Mahasiswa IAIN dimintai sedekah dengan dipatokan harganya sebesar Rp350 sampai Rp500 perorangnya. "Dari Mahasiswa Baru sampai calon wisudawan dimintai infak dengan nominal yang sudah di tentukan, kami juga mau infak tapi tidak perlu di tentukan nominalnya," jelas dia.

Selain itu, untuk pembuatan kartu perpustakaaan para mahasiswa diwajibkan untuk membayar dana sebesar Rp10 ribu, "untuk perpustakaan sudah menggagarkan dana ratusan juta, kenapa haarus melakukan pungutan uang lain ke mahasiswa," tegas dia.

Pupung menambahkan, rektor IAIN harus segera malakukan penghapusan hal tersebut dengan memberikan surat edaraan kepada seluruh karyawan yang ada. "bila perlu pecat oknum yang tidak bertanggung jawab, bila perlu BPK datang dan mengaudit kembali IAIN ini," ungkapnya.

Dari pantauan dilapangan, petugas keamanan IAIN Raden Intan tidak melarang aksi mahasiswa tersebut, namun melakukan pemblokiran jalan menggunakan sepeda motor agar mahasiswa yang akan melintas menuju kampus tidak melintasi mahasiswa yang sedang melakukan aksi demo. 

Saat Media ingin mengkonfirmasi hal tersebut kepada Rektor IAIN, yang sedang berada di ruangnanya, enggan memberikan komentar terait aksi mahasiswanya. "Bapak belum bisa komentar, mau dirapaatkan dulu," kata staf yang berada di depan ruangannya. (*)
 
Top