ist


PRINGSEWU24 - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mendapat perlawanan dari para nelayan dengan berkumpul dan bertahan di lokasi tempat yang rencananya Pemkot akan menertibkan tempat TPI swadaya nalayan Ujung Bom, Gudang Lelang, Teluk betung Selatan (TBS), Kamis (28/4).

Berdasarkan pantuan dilapangan, sekitar pukul 10.00 wib, kedatangan personil Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Kota Bandarlampung, yang dipimpin oleh Kepala Bapol PP Kota Bandarlampung Cik Raden di lokasi, dihalang oleh ratusan nelayan  maupun pedagang ikan (pembakul) yang menolak penertiban tersebut, untuk dipindahkan ke lokasi TPI Lempasing.
 

Protes keras menolak penggusuran pun dilakukan karena akan membuat penghasilan mereka menjadi kurang bahkan terancam. 
Terlebih pembongkaran dijaga oleh ratusan personel keamanan mulai dari kepolisian dan TNI. 

"Kalau mau ngajak berantem, ayok. Mau berantem di laut, oke. Ini urusan laut, ini bangunan kita yang buat jangan main bongkar-bongkar aja," teriak nelayan kepada petugas Pol PP yang akan melakukan pembongkaran. 

Tidak hanya itu, sempat  terjadi perlawanan dan perdebatan  antara nelayan, Koperasi Mitra Mikro Mina (M3) dan aparat pemkot, antara lain Dinas perikanan, Distako, Pol PP. Akhirnya rencana penertiban lokasi pelelangan batal dilaksanakan.
 

Pihak pemkot bersama KM3 sebagai pengelola TPI  tengah mencari solusi dengan melakukan pertemuan dan melakukan mediasi di ruang Bapol PP Bandarlampung.
 

Ketua KM3 Bandar Lampung, Marzuki Yazid mengatakan, pihaknya menolak dilakukan penertiban sebelum ada kesepatakan antara pihak DKP provinsi dan pemkot.
 

Selain itu, menolak pembubaran karena keberadaan TPI masih dibutuhkan oleh nelayan sebelum adanya keputusan hasil Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 


"Intinya kami tidak keberatan untuk pindah ke lempasing, asalkan jaminan terkait kemanan dan pemerintah memfasilitasi terkait teknis pemindahannya," ungkapnya. 

Sementara itu, sesuai melakukan mediasi, Kepala Distako Bandarlampung, Effendi Yunus menyatakan, antara kesepakatan nelayan dan Pemkot pun setuju untuk nelayan Cantrang dan Dogol pindah ke TPI Lempasing. "Ya, jadi untuk di pelelangan ujung bom, hanya untuk pelelangan kapal kecil saja," ujar Effendi.
 

Effendi menyatakan, untuk sementara pemkot belum mau melakukan pembongkaran, sebelum ada intruksi dari pimpinan dalam hal ini Walikota Bandarlampung Herman HN. 


"Ya, kami belum melakukan pembongkaran dulu, kami akan koordinasikan dengan pak Walikota," katanya. 

Hal senada pun disampaikan oleh Kepala Bapol PP Kota Bandarlampung, Cik Raden, yang menyatakan mediasi ini sementara ditutup dulu dengan tidak melakukan pembongkaran pelelangan.
 
Top