PRINGSEWU24 - Rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke 17 Kabupaten Way Kanan Lamoung telah berakhir. Dzikir dan do’a bersama Ust. KH. M. Arifin Ilham di Islamic Center, Kamis (28/04/2016) menjadi penutup yang digelar oleh pemerintah daerah Kabupaten ini, yang dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai lapisan.

Bupati Way Kanan Hi. Raden Adipati Surya, SH., MM. mengatakan, dzikir dan do’a bersama Ust. KH. M. Ilham Arifin yang dilaksanakan tersebut adalah untuk bersama-sama memanjatkan do’a dan puji syukur ke hadirat Allah SWT secara serentak dan bersama ribuan jemaah yang hadir.

“Marilah kita rendahkan hati kita, kita khusyukkan do’a kita, seraya bermunajat kepada Allah SWT, semoga Kabupaten Way Kanan senantiasa dirahmati, dicintai, dan dikasihi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” Ujar Raden Adipati surya dihadapan tak kurang ribuan jamaah dari berbagai majelis ta’lim dan masyarakat se- Kabupaten Way Kanan.

Dzikir dan do’a bersama Ust. KH. M. Arifin Ilham selain dikuti Bupati dan Wakil Bupati juga dihadiri forkompimda, Ketua DPRD, dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Way Kanan.

Sebelum Ust. Arifin menyampaikan ceramahnya, terlebih dahulu ceramah pembuka diisi oleh Da’i cilik asal Way Kanan, bernama Chintya Ainun Rohma siswi kelas 3 SDN 1 Serdang Kuring Kecamatan Bahuga. Dengan isi ceramah menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan, untuk menggapai masa depan dengan yang lebih cemerlang, Chintya menyentil. 

“Setiap pemimpin harus berkarakter jujur dan anti korupsi. Selagi masih di pimpin oleh Bapak Adipati yang muda dan berjiwa pejuang, Way Kanan menggapai masa depan dengan yang lebih cemerlang. Dan Rasulullah adalah tauladan untuk para pemimpin. Semua yang dilakukan seorang pemimpin kepada rakyatnya kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Pemimpin yang tidak jujur, maka ia akan hancur,” kata Da’i cilik, Chintia dihadapan ribuan jama’ah istiqosah.

Sementara itu, dalam ceramahnya Ust. KH. M. Arifin Ilham menyampaikan, Rasulullah sabda umat yang paling cerdas, paling pintar, paling mulia diantara umatku adalah mereka yang paling banyak ingat mati lalu mempersiapkan hidup setelah mati. Dimata hambaku iman itu adalah akherat, sedangkan dihatinya kematian. Jadi tidak ada yang sia-sia buat hamba-Nya yang beriman.

“Hidup kita gak lama di dunia ini, kita semua sekarang sedang menuju kematian. Harta dunia, keluarga akan kita tinggalkan selama-lamanya. Waktu tidak pernah berulang, perkataan tidak bisa berulang, kejadian tidak bisa berulang. Setiap detik yang kita  lalui akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Orang beriman selalu mengisi waktunya dengan berzikir dan beribadah kepada Allah. Inilah wujud syukur yang nyata, ulang tahun Kabupaten Way Kanan yang benar dengan musahabah diri, dengan berzikir, dengan beristighfar,” seru Ustad KH. M. Ilham Arifin, menggema di hadapan ribuan masyarakat Way Kanan hari itu.

Kehadirannya di Bumi Ramik Ragom tersebut merupakan kunjungannya yang ke 508 kabupaten/kota se Indonesia, dengan mengemban misi menggemakan zikir di seantreo negeri. Dan tidak lupa juga, Ust. Arifin mengajak masyarakat Way Kanan untuk hadir di majelis dzikir di Masjid Al-Dzikra Sentul Bogor. (#)
 
Top