PRINGSEWU24 - DPD PDIP Lampung yang memiliki mekanisme dan sistem yang baku untuk mengusung bakal calon kepala daerah (balonkada) pada pilkada 2017 mendatang, menjamin semua calon yang akan diusung nanti memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan rekomendasi partai berlambang moncong putih ini.

"Saya tegaskan juga, tidak ada jaminan calon petahana akan direkom oleh PDIP sebagai calonkada yang akan maju di pilkada mendatang. Walaupun kita punya calon petahana," tegas Sekretaris DPD PDIP Lampung Mingrum Gumay (28/4). 

Terkait hal itu, lanjut Mingrum, ada beberapa indikator yang akan mendapatkan rekom dari partai besutan Megawati ini, baik calon yang tidak maupun petahana. Diantaranya, perkembangan politik di lapangan, apakah selama yang bersangkutan menjabat ada kontribusi yang positif kepada masyarakat, dan partai. Kalau itu tidak ada, maka partai akan mengevaluasi secara detail akan sosok calon tersebut. "Kami sudah berpengalaman dalam mengurusi hal semacam ini," ungkapnya.

Meski begitu, menurutnya, tidak bisa dipungkiri secara kepartaian DPD mengharapkan rekomendasi tersebut diberikan kepada kader internal PDIP, yang memang memiliki modal niat serta kemampuan untuk memimpin.

"Saya tegaskan di PDIP tidak mengenal mahar politik, kalau pun ada, itu hanya oknum. Tentunya sangat jelas akan menciderai partai, secara otomatis dampaknya akan terasa di partai," terangnya.

Lanjutnya, ketika semua tahapan sudah dilalui dan rekomendasi sudah dikeluarkan, tidak ada kata menolak, dan tugas partai untuk mengamankan, sampai memenangkan calon tersebut. "Tugas kita adalah mengamankan rekomendasi tersebut tanpa melihat siapa dan asalnya dari mana. Jadi, tidak ada lagi perdebatan di internal maupun eksternal," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya Mingrum, lembaga survei independen dan dapat dipertanggungjawabkan yang sudah ditunjuk, tidak semata-mata menjadi tolak ukur rekomendasi itu dikeluarkan oleh DPP partai, melainkan sebagai petunjuk yang bisa mengarahkan pihaknya ketika calon tersebut direkomendasi.

Sehingga, tambahnya, partai memiliki data base, dan dapat mengukur kekuatannya dimana, ancamannya apa, solusinya apa dari calon tersebut. "Idealnya survei seperti itu, karena survei hanya salah satu indikator, terlebih proses pilkada masih sangat panjang, sehingga pluktuasi elektabilitas calon sangat berpotensi naik turun," jelasnya lagi (*)
 
Top