Mansyur Sinaga (ist)

PRINGSEWU24 - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, Senin (9/5), batal mengeksekusi empat terpidana kasus korupsi Jalan Kampung tahun 2012 ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Balam. Pembatalan eksekusi karena dua dari empat terpidana beralasan sakit. Kepala Kejari Balam, Widiyantoro, mengatakan, keempat terpidana dijadwalkan datang ke kantor Kejari Balam, hari ini (kemarin). Namun, pihaknya terpaksa batal melakukan eksekusi.

“Eksekusinya tidak jadi, karena dua dari empat terpidana yakni Mansyur Sinaga dan Sahaldi, sakit. Tadi (kemarin) pengacara mereka datang untuk menyampaikan berita bahwa yang bersangkutan sakit,” kata Widiyantoro.
Lantaran keduanya sakit, lanjutnya, pihaknya terpaksa membatalkan rencana eksekusi. Sementara untuk dua terpidana lainnya, yakni Nursalim dan Ardian, mengaku masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. “Mereka (Nursalim dan Ardian) meminta penundaan karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan,” jelasnya. 


Widiyantoro mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksakan untuk mengeksekusi terpidana apabila dalam keadaan sakit. Sebab, kata dia, jika eksekusi tetap dilakukan dalam keadaan terpidana sakit, pastinya akan ditolak oleh pihak Lapas. “Kita belum bisa pastikan kapan eksekusinya. Tapi yang jelas, secepatnya akan kami eksekusi. Jangan satu-satu, kami mau semuanya langsung,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepada para terpidana agar kooperatif memenuhi panggilan. “Kami harapkan mereka kooperatif,” ungkapnya.


Diberitakan sebelumnya, keempat terpidana yakni Mansyur Sinaga (Mantan Kepala DKP Bandarlampung), Sahaldi (Dirut CV Alam Semesta Abadi), Ardian (Pengawas) dan Nursalim (PPK) harus menjalani pidana penjara dari nol atau awal. Sebab selama proses hukum berjalan, para terpidana ini tak pernah ditahan.


Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, menghukum keempatnya masing-masing satu tahun penjara. Panggilan eksekusi dilakukan lantaran putusan ini telah memiliki kekuatan hukum tetap, karena para terpidana menerima hasil putusan majelis hakim. Sementara satu terdakwa lagi, yakni Lionis Wangsa (rekanan), mengajukan banding, sehingga belum bisa dilakukan eksekusi.

Mereka terbukti bersalah secara sah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jalan Kampung di Gudanglelang, Telukbetung, Balam tahun 2012 sebesar Rp345 juta. Perbuatan mereka melanggar Pasal 3 ayat 1 junto Pasal 18 UU Tipikor junto Pasal 55. (*)
 
Top