Ismail Ishak - Suprapto


PRINGSEWU24 - Langkah petahana Mesuji Ismail Ishak dalam mencalonkan diri kembali menjadi kepala daerah setempat, bakal mulus. Hal ini tak lepas dari komunikasi yang dilakukannya dengan sejumlah partai untuk membentuk suatu perahu usungan parpol.

Selain mengklaim mendapatkan rekomendasi PDIP, orang nomor dua di Mesuji ini juga mengaku menjalin komunikasi dengan PAN, dan Hanura. Sebab menurutnya, kursi PDIP yang berjumlah 4 di Mesuji belum mencukupi untuk mengusung calonnya sendiri.

''Ya, PDIP kan hanya memiliki empat kursi di sana, maka kita harus mencari tiga kursi lagi untuk mencukupi syarat dukungan 20 persen atau tujuh kursi parpol,'' ujarnya kemarin.

Dengan PAN sendiri, menurutnya, dengan jumlah empat kursi yang dimiliki partai berlambang matahari terbit tersebut sudah cukup untuk mengusungnya maju bersama PDIP. Sinyal menggandeng kader PAN sendiri sudah terpantau jelas saat dirinya menyambangi langsung salah satu kader terbaik PAN yang duduk di Komisi I DPRD Lanpung dan digadang-gadang akan maju di Pilkada Mesuji mendatang, yakni Suprapto.

''Soal dengan siapa nantinya (wakil), kita serahkan dengan partai. Yang pasti kita jalin komunikasi dulu dengan calon (Suprapto) dan tentunya partainya (PAN),'' jelasnya.

Diketahui, Wakil Bupati Mesuji Ismail Ishak mendaftar di penjaringan PAN setempat dengan mengambil dan mengembalikan berkas pendaftarannya di DPD PAN setempat pada bulan lalu.

Terpisah, Bakal Calon Bupati Mesuji Suprapto yang juga mendaftar di partai PAN mengatakan, kedatangan Ismail Ishak tersebut merupakan ajang silaturahmi saja, karena Ismail merupakan teman kecilnya.

"Silaturahmi saja, Pak Ismail itu teman kecil saya, jadi hubungan dan komunikasi kami sangat dekat," katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya (10/5). 

Sebagai kader yang loyal terhadap partai, Anggota Komisi I DPRD Lampung ini tidak mau mendahului keputusan yang nantinya diambil oleh partai berlambang matahari terbit tersebut. menurutnya partai memiliki aturan yang wajib ditaati oleh setiap anggotanya.

"Kalau partai sudah memutuskan, kita sebagai kader harus loyal, dan siap untuk menjalankan," katanya.

Dirinya pun siap, ketika partai memutuskan dirinya diposisikan sebagai wakil dan berdampingan dengan Ismail Ishak untuk maju pada pemilu yang akan datang.

"Kalau partai meminta saya berdampingan denga Pak Ismail, saya siap,'' ucapnya. 

Ia pun menambahkan, pihaknya terus menjalin komunikasi persuasif dengan semua partai, meskipun partai tersebut sudah merekomendasikan untuk bakal calon lain.

"Hubungan antar parpol harus tetap dijaga, terlepas dari persoalan pilihan. Hal itu tidak mempengaruhi komunikasi sebagai politisi dan bakal calon yang akan bertarung pada pilkada 2017 mendatang," tandasnya. (RF)
 
Top