PRINGSEWU24 - Mega proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap II ruas Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah sampai dengan Simpang Pematang Panggang Kabupaten Mesuji kian terlihat progresnya. Sebab, pembangunan jalan tol sepanjang kurang lebih 108,920 Km ini tinggal menunggu surat keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) dari kementrian Pekerjaan umum  dan perumahan rakyat (PU-Pera). Selasa (3/5).

Hal itu disampaikan Asisten II Bidang ekonomi dan pembangunan Pemprov Lampung Adeham usai rapat persiapan pembangunan jalan tol tahap II di Hotel Sheraton Bandarlampung, Selasa (3/5). Adeham mengatakan, dalam rapat persiapan tersebut pihaknya bersama pemerintah kabupaten (pemkab) yang terkena pembangunan jalan tol dan PT Hutama Karya selaku BUMN yang mengelola pembangunan jalan tol telah menyepakati dokumen perencanaan yang kemdian akan diusulkan ke pusat.

"Pertama kita membahas apakah masih ada perbaikan tidak trasenya, kemudian intersectionnya, simpang susunya, ternyata alhamdulilah tidak adalagi. Jadi kita tinggal menunggu surat penyerahannya dari mereka (Kementiran PU- PERA) kepada kita, sebab harus ada surat penyerahannya secara resmi yang kemudian di sahkan oleh Gubernur," kata Adeham.

Selain itu, lanjut dia, dalam dokemen perencanaan yang disusun, ia mengaku ada beberapa perubahan  yang menjadi pembahasan terkait alas hak maupun trase jalan yang melintasi suatu daerah agar hal ini tidak menjadi permasalahan dikemudian harinya."Kan kalau dulu ada beberapa desa yang gag kena,nah sekarang kena setelah perbaikan,"ujarnya.

Adeham mengatakan, apabila surat keputusan tentang pengesahan Penlok tersebut telah disahkan oleh pihak kementrian Pu-Pera maka kemudian akan di SK kan juga oleh Gubernur Lampung untuk bisa disosialisasikan ke masyarakat setempat. "Kalau minggu ini kita terima,  langsung kita sosialisasi kepada pejabat dan masyarakat setempat yang terkena jalan tol,"kata dia.

Terkait pintu tol (Interchange) yang telah disepakati pada pembangunan jalan tol tahap II ini, pihaknya mengaku sudah mengkajinya secara matang dengan Pemkab setempat, hal ini dilakukan agar tidak terulang pengusulan pintul tol seperti di Lampung Selatan.

"Ini menjadi pengalaman kita, kan 4 kabupaten yang dilewati jalan tol tahap 2 ini tadinya hanya dua pintu tol, tapi dari pusat memberikan informasi kepada kita, 'tolong pak bupati mengusulkan supaya apa yang menjadi maunya pak bupati itu direspon oleh pusat supaya tol itu nantinya bermanfaat untuk masyarakat', nah ini makanya kita usulkan 5 interchange ini, jadi 5 ini udah fiks,"jelasnya.

Berdasarkan data yang diterima Fajar Sumatera, panjang jalan tol tahap II ruas Terbanggi Besar Lampung Tengah- Simpang Pematang Panggang Mesuji ini  sekitar 108,920 km yang melewati 4 kabupaten dengan 13 kecamatan dan 35 desa.
Diantarannya, Kabupaten Lampung Tengah yang terdiri dari kecamatan Terbanggi Besar, Way Pengubuan dan Terusan Nyunyai dengan total 6 desa.Kemudian Kabupaten Tulang Bawang terdiri dari kecamatan Menggala ,Banjar Margo dan Banjar Agung dengan total 6 desa.
Sedangkan, Kabupaten Tulang Bawang Barat terdiri dari kecamatan Lambu Kibang dan Way kenanga dengan total 16 desa, Kabupaten Mesuji terdiri dari kecamatan Way serdang, Mesuji Timur dan Simpang Pematang dengan total 7 desa.

Sementara, untuk pintu tol (interchange) ada sebanyak 5 pintu diantaranya, STA 28 (Way pengubuan Lampung tengah) , STA 61,5 (Kecamatan Way Kenanga Tulang Bawang Barat), STA 44,5 (Kecamatan tulang Bawang Tengah Tulang Bawang), STA 79 (Kecamatan Banjar Agung Tulang Bawang), dan STA 99,100 (Desa harapan Jaya, Simpang pematang Mesuji).

Pemprov Fasilitasi Pergeseran Pintu Tol Di Lamsel Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengaku akan memfasilitasi keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) yang ingin menggeser pintu tol (Interchange) yang dinilai tidak tepat oleh Bupati Lamsel Zainudin Hasan.
"Kita tetap berusaha, kita coba dengan surat usulan mereka, besok saya ke Jakarta meminta tanggapan pusat. Kita kan hanya membantu persiapan pengadaan tanah, yang menentukan itu kementrian Pu-Pera mau diubah atau tidak,"jelasnya.

Menurut dia, sampai sekarang juga pemerintah pusat belum memtusukan apakah usulan dari pemkab lamsel ini ditolak atau tidak terkait pergesaran pintu tol tersebut. 'kita akan memfasilitasi, tetap berjuang bersma kabupaten lamsel, ini kan bukan menambah hanya menggeser tiga pintu itu, kita berusaha lah, tap iya bagaimana usaha kita nanti, karena kan ini ada prosesnya dan butuh pengkajian,"ungkapnya. (*)
 
Top