Dedi Afrizal (ist)


BANDARLAMPUNG, FS- Soal Komisi IV DPRD Provinsi Lampung yang merasa tidak dihargai dan dilecehkan atas tindakan Kepala Dinas (Kadis) Pengairan Lampung Hendrawan, yang selalu mangkir undangan rapat dengar pendapat (hearing) hampir sebanyak delapan kali, mendapat tanggapan keras dari Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal.

Menurut Dedi, ketidakdisiplinan yang dilakukan Kepala Dinas Pengairan, sudah merendahkan tugas DPRD selaku mitra kerja dari SKPD tersebut. "Ini kan sama saja tidak menghargai. Kita ini bermitra, jadi harus bersinegri, kalau gak becus, copot dan ganti," tegasnya, baru-baru ini.

Untuk itu, politisi PDIP ini mengimbau agar ke depannya atau panggilan berikutnya, Kepala SKPD yang bersangkutan atau yang lainnya dapat memenuhi undangan dari Komisi yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. "Kita berharap jangan ada lagi yang seperti ini. Jika masih terbukti ada, dan laporannya sampai di meja saya, kami (DPRD) tak segan-segan akan menyurati Gubernur untuk mengganti kepala dinas tersebut," ancamnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi IV DPRD Lampung Ali Imron geram atas ulah Kepala Dinas Pengairan Hendrawan yang lagi-lagi mangkir dari panggilan hearing oleh pihaknya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika Kadis yang bersangkutan memang tidak mampu untuk membeberkan program kerjanya kepada lembaga legislatif, sepatutnya Kadis itu untuk diganti. "Jika selalu tidak hadir hingga delapan kali yah di ganti saja. Mengapa harus mengutus sekretarisnya. Kita ingin dengar langsung dari yang bersangkutan selaku pimpinan SKPD ditempatnya. Alasan tidak hadirnya karena harus bertemu duta besar Rusia," kata Ali.

Mantan Juranalis ini melanjutkan, hearing yang dilakukan pihaknya bukan ingin menghakimi atau memojokan suatu instansi. Namun, meminta progres laporan kegiatan, penyerapan anggaran, dan lain-lain. 

"Teman-teman komisi banyak yang ingin ditanyakan ketika hearing. Bagaimana kita bisa mengambil keputusan jika pimpinannya tidak hadir. Ini yang salah waktunya atau kebijakannya," tegas Ali. 

Terkait hal tersebut, pihaknya akan melaporkan hal ini kepada Gubernur Lampung M Ridho Ficardo melalui Pimpinan DPRD Lampung Dedi Afrizal. "Kalau seperti ini terus sama saja kami merasa tidak dihargai," tukasnya.
 
Top