ist


PRINGSEWU24 - Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran, menilai Universitas Terbuka (UT) kelompok belajar (Pokjar) yang berada di Kecamatan Gedongtataan Kabupaten setempat, di duga Ilegal, pasalnya UT yang berdiri sejak tahun 2010 lalu, tidak ada izin dari Disdik Kabupaten Pesawaran, hal ini di ungkapkan Kepala Disdikbud setempat melalui Sekretarisnya Risman.

Dia menjelaskan keberadaan Universitas Terbuka yang ada di Kecamatan Gedongtataan tidak ada izin tertulis maupun lisan, berarti UT tersebut Ilegal.
 
 

"Kegiatan belajar mengajarnya pun saya tidak tahu, karena selama ini tidak ada izin dari Dinas Pendidikan, baik izin tertulis maupun lisan, ungkapnya ketika di konfirmasi melalui telpon seluler, Jum'at, (29/4).

Sementara itu, Ketua komite sekolah SMPN 1 Pesawaran, Erlan Soffandy mengatakan, pihak sekolah menyegel atau melarang pihak pengelola UT melakukan kegiatan SMPN1 karena dinilai tidak bertangjawab.
 

"Pertama, pihak pengelola UT menjual atau mengatasnamakan penyewaan sekolah untuk meminta uang iuran kepada mahasiswa sebesar Rp 150 ribu/siswa/semester. Padahal selama ini tidak ada kontribusi pihak UT ke pihak sekolah, artinya ini ada unsur penipuan,"katanya, Kamis (28/4).

Dia menjelaskan, selain itu pihak sekolah 
juga menilai bahwa pengelola UT dan mahasiswa tidak bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan sekolah terutama ruangan kelas yang digunakan untuk proses perkuliahan sehingga menyebabkan sekolah terkesan kotor dan jorok.

"Setelah digunakan untuk kegiatan kuliah, kondisi ruangan kelas kotor, bekas makanan dan sebagainya bahkan kursi ada sebagian kursi rusak. Ini pihak sekolah masih memberikan kesempatan hingga hari senin (2/5) jika tidak ada solusi maka kasusnya akan dilaporkan ke pihak berwajib (kepolisian),"ujarnya.

Terpisah, Pengurus Universitas Terbuka Kelompok Belajar Gedongtataan Suwana, menyangkal kalau UT yang di kelola oleh dirinya dikatakan Ilegal, dia hanya sebagai pengurus nya saja, sedangkan pemilik UT tersebut di jakarta, namun aneh nya dia tidak bisa menyebutkan siapa nama pemilik UT tersebut, dengan alasan lupa, terkait dengan pungutan sebesar Rp 150 ribu/siswa/semester, dirinya mengatakan  kegunaannya untuk uang makan tutor, transpot tutor, yang berjumlah 14 orang dan penjaga sekolah, sedangkan untuk penjaga sekolah di kasih Rp,1 juta sebagai jasa buka tutup pintu pagar sekolah dan Penarikan tersebut sudah melalui rapat terlebih dahulu.
 
 

"UT Pokja Gedongtataan ada dua jurusan yaitu Jurusan S1 Pendidikan Guru (PG) Paud, dan S1 Pendidikan Guru Bidang Ilmu (PDBI), UT ini  mulai merekrut siswa pada tahun 2009 lalu, sedangkan untuk kegiatan belajar mengajarnya resmi di laksanakan pada tahun 2010, saat itu jumlah siswa nya 50 orang, padaTahun 2014 mahasiswa UT sudah sekitar 150 orang, dan sekarang tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 jumlah murid sudah mencapai 350 orang, kalau memang UT pokja Gedongtataan  yang saya kelola ini di katakan Ilegal, berarti kelompok belajar yang ada di Kecamatan lain juga Ilegal dong, seperti di Kecamatan kedondong, Way Lima, Padangcermin, Negrikaton dan tegineneng,"ungkapnya, ketika di konfirmasi, Jum'at (29/4).
 
Top