Ilustrasi




PRINGSEWU24 - Komisi II DPRD Lampung siap mengawal langsung pendistribusian pupuk pada awal musim tanam mendatang.

Hal ini tak lepas dari kekhawatiran seluruh pihak dengan adanya permainan harga pupuk bersubsidi yang disebabkan tidak meratanya pendistribusian pupuk tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Lampung Putra Jaya Umar mengatakan pihaknya awal bulan Juni mendatang akan memanggil dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian untuk dipertemukan dengan distributor dan pengedar pupuk. "Tentunya tujuan kita bagus, agar pupuk tidak diselewengkan dan langsung sampai ke petani. Maksud dari Gubernur seperti itu, sampai akan melibatkan pihak TNI untuk mengawalnya," jelas Putra. 

Namun menurutnya, jika metode pendistribusian pupuk subsidi tersebut sudah bagus, rasanya tidak perlu dikawal langsung oleh aparat TNI. "Yang dikgawatirkan pupuk ini tidak sampai ke petani. Seperti yang lalu-lalu, di mana pernah terjadi pupuk subsidi diganti kemasannya dengan pupuk non subsidi, kemudian dijual dengan harga yang selangit," terangnya.

Soal stok pupuk yang over limit di Lampung, menurut Ketua DPC Gerindra Tubaba ini, pupuk subsidi tersebut harus segera disalurkan mengingat musim tanam sudah berjalan di beberapa daerah. "Ini harus segera didistribusikan, dan kita siap mengawal. Yang penting jangan sampai salah sasaran." 

Sebelumnya, Sekretaris F-Gerindra DPRD Lampung Edi Hamim mengatakan pendistribusian pupuk di Lampung harus dikawal ketat. Sebab, dengan pupuk yang stocknya over limit, dikhawatirkan munculnya mafia-mafia pupuk yang memainkan harga pupuk subsidi itu sendiri.

''Dengan stok (pupuk) yang melimpah ini, dikhawatirkan ada permainan harga oleh makelar pupuk dalam pendistribusian. Sebab, takutnya ada beberapa daerah yang tidak menerima pupuk subsidi tersebut, karena pendistribusiannya tidak merata,'' ujar Edi di ruang kerjanya (18/5).

Menurutnya, berdasarkan data terbaru pupuk subsidi dari Pusri, Ketentuan Stok pupuk urea dari Pemerintah sebanyak 10417, 55 ton, sedangkan stock pupuk yang sudah ada sekarang yakni 29402, 04 ton.

''Rencananya pendistribusian urea ini sebesar 26806 ton, tetapi hingga Bulan Mei ini realisasi pendistribusiannya baru 8407 ton,'' jelasnya.
 
Top