Ilustrasi (ist)

PRINGSEWU24 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung saat ini telah menyelesaikan tahapan konsultasi publik terakhir  setelah beberapa kali dilakukan konsultasi publik terkait rencana pembangunan Waduk Way Sekampung, di Kabupaten Pringsewu yang ditargetkan selesai 2019 mendatang.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Lampung Rifki Wiriawan mengatakan, konsultasi publik yang dilakukan di kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu pada senin (9/5) kemarin merupakan konsultasi publik terakhir yang melibatkan 3 desa di Kecamatan Pagelaran Utara salah satunya desa Way Kunyir.

Dalam konsultasi publik tersebut, lanjut Rifki, masyarakat setempat telah menyetujui  melepaskan tanahnya  untuk  diganti rugi yang kemudian akan dibangun waduk.
“Ada sekitar 100 KK yang terdampak pembangunan waduk ini  dan semua warga dateng semua dari tiga desa itu dan semuanya menyetujui,” kata Rifki, saat dihubungi, Senin (9/5).

Rifki mengatakan, setelah dilakukannya konsultasi publik ini, pihaknya akan menyerahkan data-data yang diterima dari masyarakat setempat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk dilakukan pengukuran ulang. Hal ini, kata Rifki, untuk memastikan pemilik tanah yang sebenarnya, selain itu juga dapat mengetahui harga tanah warga yang terdampak tersebut.

“Secepatnya kita serahkan ke BPN, untuk diverifikasi. Nanti kalau sudah kita serahkan  BPN turun, kemudian diumumkan ke masyarakat, bener gak hasilnya, kan nanti dalam pengukuran melibatkan masyarakat dan aparat desa juga, setelah itu baru penetapan lokasi (penlok)nya oleh Gubernur,” jelasnya.

Diketahui, Pembangunan waduk Way Sekampung melibatkan sedikitnya 13 desa/kampung di empat kecamatan di dua Kabupaten yaitu Tanggamus dan Pringsewu. Dimana luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan waduk ini sekitar 450 hektare untuk genangan, dan 608 hektare untuk batas "green belt".

Rencananya, Pembangunan Waduk Way Sekampung ini nantinya akan meningkatkan ketersediaan air bagi daerah irigasi yang meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, Tanggamus, Pringsewu bahkan Kota Bandarlampung. (*)
 
Top