SUJADI KUPAS AYAT KE 7 SURAT AL-FATIHAH

PRINGSEWU24 - Ngaji Ahad yang rutin dilaksanakan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu Pagi, Ahad (15/05/16) mengupas tuntas Tafsir Al Quran surat Al Fatihah ayat ke tujuh. H Sujadi yang merupakan pengasuh tetap Materi Tafsir pada Jihad Pagi tersebut memaparkannya dengan referensi Tafsir Jalalain.

H Sujadi yang akrab dipanggil Abah Sujadi menjelaskan bahwa ayat terakhir surat Al Fatihah terbagi menjadi tiga bagian. Bagian yang pertama menurutnya adalah bagian yang bermakna orang Islam.

"Jalan orang yang diberi nikmat adalah dimaksudkan orang orang yang memegang teguh ketauhidan Allah SWT yaitu Orang Islam" terang Ulama dan Bupati yang hafal Al Quran ini.

Sementara bagian kedua yaitu orang-orang yang dimurkai adalah merupakan bagian orang-orang yahudi yang telah menyatakan bahwa Uzair adalah keturunan allah SWT. "Bagian ketiga yaitu orang orang yang sesat adalah bagian dari orang orang Nasrani yang telah meyakini bahwa Isa adalah Putra Tuhan," terangnya.

Abah Sujadi juga menekankan bahwa ayat ke 7 ini juga merupakan ayat yang dapat meningkatkan keyakinan ketauhidan ummat Islam terhadap sang Pencipta Allah SWT. "Allah itu satu, tidak beranak dan diperanakkan dan tiada yang menyerupai wujudNya," tegasnya mengambil ayat lain yang juga memiliki makna ketauhidan yaitu surat Al Ikhlas.

Jadi menurut Mustasyar PCNU Pringsewu ini, jika ada dari ummat Islam yang pernah terlintas dalam benak dan pikirannya tentang wujud Allah seperi makhluq didunia, maka sebenarnya itu bukanlah Allah.

"Ketika ditanya pertanyaan tentang Allah dan wujudnya maka bisa dipastikan tidak ada jawaban dari pertanyaan tersebut. Ini malah akan menambah kesadaran atas keterbatasan akal pikiran kita yang tidak sampai untuk memikirkan hal tersebut."

Citizen Journalist: Muhammad Faizin
 
Top