Ilustrasi (ist)

PRINGSEWU24 - Sebanyak 2.855 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Tanggamus, baik guru maupun guru pengawas menerima tunjangan profesi. Usulan pencairan triwulan (Januari - Maret) pertama di tahun 2016 ini, jumlahnya sebesar Rp32.436.528.500. Selasa (3/5).

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Penyusunan Program dan Monitoring Evaluasi (Monev) Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan (Disdikbud) Tanggamus Sunaji mengatakan, 2.855 penerima tunjangan profesi dari jenjang pendidikan TK sebanyak 10 guru. Total dana profesi yang akan dibayarkan sebesar Rp98.448.000. Sedangkan untuk jenjang SD, berjumlah 2.165 guru dengan total dana Rp 24.742.597.100. Jenjang SMP berjumlah 461 guru, dengan total danaRp5.151.040.300.

"Untuk jenjang SMA sebanyak 125 guru PNS,dengan total dana tunjangan profesi Rp1.325.196.600. Kalau jenjang SMK 29 orang guru, dengan jumlah dana Rp284.837.900. Kemudian, guru pengawas berjumlah 65 orang, dengan total dananya Rp834.408.600," beber Sunaji, mendampingi Kepala Disdikbud
Tanggamus Anas Ansori.


Jika dibandingkan tahun lalu, jelas Sunaji, tahun 2016 ini ada penambahan peserta penerima dana tunjangan sebanyak 289 guru 
PNS. Jumlah tersebut terhitung sedikit dari usulan yang diajukan, yakni 322 orang. Dia mengharapkan kepada guru peserta sertifikasi, agar terus meningkatkan kinerja dan konsisten dalam
melaksanakan tugasnya.

Pembayaran dana tunjangan sertifikasi, lanjut dia,bisa saja dibatalkan. Penyebabnya ada beberapa hal, seperti sakit, meninggal dunia, cuti melahirkan, pensiun, atau tidak mencukupi jam mengajar dalam memberikan pelajaran.

"Pengusulan serta verifikasi berkas, kami lakukan seselektif mungkin. Hal ini bertujuan agar guru PNS peserta sertifikasi yang akan dibayarkan, benar benar layak menerimanya," tegas Sunaji.

Dia menambahkan, pembayaran sertifikasi terealisasi paling lambat kemarin, lantaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Tanggamus sudah mengeluarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Dengan demikian, maka bank yang sudah ditunjuk dapat langsung mentransfer dana ke rekening masing-masing guru.

Setelah SP2D keluar, tambah Sunaji, maka selanjutnya tinggal menunggu proses dibank. Untuk pencairannya sendiri, Pemkab Tanggamus bekerjasama dengan Bank Lampung, Bank BRI, dan Bank BNI. Untuk guru yang dibayar oleh Bank Lampung, kemungkinan proses transfer ke rekening guru paling cepat Jumat (29/4) sore atau paling lambat Selasa 3 Mei 2016.

"Pencairan sertifikasi lanjut Sunaji untuk tahun ini dilakukan di tiga bank, untuk guru SMA dan SMK di Bank Lampung. Sementara guru TK, SD, dan SMP dicairkan oleh Bank BRI dan BNI. Dana itu dari kas daerah ditransfer dulu ke Bank Lampung.

Barulah dari Bank Lampung ditransfer ke Bank BRI dan BNI. Untuk
transfer antarbank meman memerlukan waktu. Jadi paling lambat guru TK, SD, dan SMP tunjangan sertifikasinya Selasa sudah masuk kerekening. Kalau yang untuk guru SMA/SMK sepertinya Jumat sore kemarin sudah lebih dulu masuk," tandas Sunaji. (*)
 
Top