Ilustrasi - (ist)


PRINGSEWU24 - Para guru di Kota Bandarlampung merasa tertipu dengan ulah Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung lantaran pembayaran rapel kenaikan gaji 2015 yang dijanjikan awal 2016 hingga kini tidak dibayarkan.  Kemana uangnya?

Pertengahan tahun lalu, untuk guru jenjang pendidikan dasar (dikdas), dinas pendidikan (disdik) Bandarlampung hanya membayarkan tunjangan guru sesuai dengan SK lawas. Dalam SK tersebut kenaikan gaji bagi guru yang naik golongan belum terbayar.

“Janji mereka bakal dibayarkan tahun depan dengan sistem rapel. Tapi sampai Mei ini rapelan itu belum juga dibayarkan. Sertifikasi yang diterima pun belum sesuai dengan nominal setelah kami naik golongan,” jelas salah satu guru SD di Kemiling, beberapa waktu lalu.

Padahal, sambung dia, Kasi Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PTK) Pendidikan Dasar (dikdas) Disdik Kota Khairul Athar menjanjikan rapelan tersebut dibayar 2016, menyesuaikan dengan data pokok pendidikan (dapodik) terbaru yang di-upgrade per Januari.
 “Kami pantau dan sempat datang ke Athar, kata dia dibayar dengan sistem rapel pada 2016 dengan alasan sertifikasi itu aturannya pakai data dapodik per Januari yang saat itu masih pakai dapodik Januari 2015. Inilah penyebab kenaikan gaji kami belum bisa dibayar,” keluh guru lainnya.

Pihaknya pun mendesak Disdik Bandarlampung segera merevisi informasi dan data yang berkaitan dengan sertifkasi bagi 3.435 guru dikdas di Bandarlampung. Terutama bagi guru yang telah dinyatakan naik golongan yang secara otomatis mempengaruhi besaran tunjangan yang diterimanya.

“Sekarang begini, dari Juli tahun lalu kami naik semua gajinya sekitar Rp200 ribu per bulan. Ini loh yang belum terbayar sampai sekarang, waktu kami tanya ke disdik mereka bilang acuannya pakai dapodik lama yang saat itu belum ada kenaikan gaji kami. Ini kan sudah lewat Januari 2016, masa iya masih nggak kedata juga di dapodik bahwa kami dan guru lainnya sudah ada kenaikan gaji,” tanyanya.

Ia meminta agar disdik dan pemkot segera carikan solusi atas hal ini.

Menanggapi hal ini, Kasi PTK Dikdas Disdik Bandarlampung Khairul Athar menjelaskan dalam proses pencairan tunjangan guru, petunjuk yang digunakan adalah dapodik yang diupgrade tiap Januari.

Jika rapelan yang dikeluhkan guru tak kunjung cair, penyebabnya lantaran masih dalam proses pendataan berapa banyak guru yang harus dibayarkan rapelan tersebut.
“Ya kalau guru mengupgrade dapodik benar nggak mungkin sertifikasi yang diterimanya nggak sesuai. Kalau soal rapelan tahun lalu belum terbayar itu masih dalam proses pendataan, verifikasi,” katanya, Minggu (8/5).

"Kami telah memperjuangkan nasib guru. Sampai-sampai tidak jelas lagi mana kepala mana kaki. Jadi, mohon para guru bersabar," harapnya.

“Kalau kami kasih data asal-asalan. Nanti yang ada guru ngeluh lagi karena ketinggalan nggak di data. Jadi kami nggak mau kerja dua kali, tolong lah para guru bersabar,” pungkasnya. (*)
 
Top