(ist)

PRINGSEWU24- Demi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, Ratusan santri pondok pesantren Darusalamah Braja Dewa Kecamatan Way Jepara dan Pondok Pesantren Assya'roniyah Sukosari Teluk Dalem Mataram Baru Lampung Timur menggelar pembacaan dan menghatamkan Alqur'an secara serentak bersama beberapa tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung, salah satunya Noverisman Subing.

Menurut Nover, Pelaksanaan ngaji bareng atau yang dikenal dengan istilah Nusantara Mengaji dilakukan secara serentak dan merupakan yang pertama di Indonesia bahkan dunia. Hal itu diinisiatifi oleh Muhaimin Iskandar yang juga Ketua DPP PKB dan pelaksanaanya dilakukan oleh seluruh anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi Lampung, DPR RI, para Bupati, Walikota serta Gubernur yang berasal dari PKB dengan target 300 ribu orang. 

Nover juga mengatakan khusus untuk Lampung Timur dari target 3 000 yang membaca dan menghatamkan alqur'an nampaknya akan terlampaui mengingat antusias para santri dan masyarakat umum yang dengan sukarela bersedia dan bergabung dengan pihak panitia. "Saya yang ditargetkan 250 orang saja ternyata lebih, di pondok Darusalamah ini saja seluruh santri putra dan putrinya yang mencapai 600 orang lebih ikut semuanya kecuali santri wanita yang tengah berhalangan, belum lagi santri di pondok Assya'roniyah di Teluk Dalam yang berdasarkan data dari panitia ada 200 orang," ujar Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Lampung ini.

Lanjut Nover, untuk anggota DPR RI minimal 300 orang, DPRD Kabupaten dijatah 200 orang per anggota, di Lampung Timur ada tujuh orang artinya ada 1.400 orang. "Bupatinya minimal 1.000 orang, itu saja jumlahnya sudah mencapai angka 2.700 makanya saya kira target 3.000 orang itu bisa lebih. Karenanya saya atas nama pribadi maupun sahabat para anggota dewan lainnya mengucapkan ribuan terima kasih atas partisifasi para santri dan masyarakat umum yang dengan ikhlas ikut ngaji bareng selama dua hari berturut-turut sejak Sabtu (7/5) hingga Minggu," terang Anggota Komisi III DPRD Lampung ini.

Khusus di Lampung Timur, tambahnya, pelaksanaan ngaji bareng selain di dua pondok itu juga dilaksanakan di rumah dinas Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan di daerah pemilihan masing-masing anggota dewannya.

Dirinya juga mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini semata-mata mengharap ridho dari Allah SWT agar berbagai persoalan yang melilit bangsa kita bisa cepat teratasi.
"Ancaman Radikalisme, terorisme, kesenjangan ekonomi dan sosial, memudarnya nilai-nilai keagamaan, menjamurnya pergaulan bebas, maraknya penggunaan narkoba, LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender) serta perilaku mau menangnya sendiri dapat segera teratasi sehinga bangsa kita bisa menuju baldatun thoyibatun warorabbun ghafor, negara sejahtera yang masyarakatnya makmur lahir dan batin," katanya.

Sebagai generasi penerus bangsa, lanjutnya lagi, tidak boleh menyerah dan berserah diri membiarkan semua ketidak beresan ini terus terjadi. “Mari kita terus benahi bersama-sama segala keruwetan, dan masalah Bangsa ini dengan kerja keras, ber-ikhtiar dan berjibaku mengerahkan segala daya upaya yang kita miliki, termasuk program nusantara mengaji ini salah satu upaya generasi muda untuk menekan dan mengakhiri segala keruwetan dan persoalan bangsa," imbaunya.

Ketika ditanya apakah program ini akan dilanjutkan, dengan cepat Nover memastikan secara pribadi akan terus melakukan kegiatan ini agar masyarakat Lampung Timur tetap gemar mengaji seperto diera sebelumnya dimana setiap selesai ba'da magrif disetiap masjid, musola maupun dirumah selalu terdengar suara orang mengaji. "Saya secara pribadi setiap tahunya akan meneruskan program ngaji bareng ini biar seperti tahun-tahun 70 dan 80-an dimana seusai sholat magrif dilanjutkan mengaji di masjid-masjid, mushola dan rumah-rumah penduduk," tutup mantan Wakil Ketua PW NU Lampung itu. (RF)


 
Top