PRINGSEWU24 - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menginstruksikan kepada delapan daerah se Indonesia yang menggelar pilkada 2015 lalu untuk mendirikan rumah demokrasi sebagai langkah untuk terus mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat.

Hebatnya, dari delapan daerah tersebut, dua KPUD kabupaten/kota di Lampung, (KPUD Bandarlampung dan KPUD Lampung Tengah) dipercaya untuk mendirikan rumah demokrasi tersebut.

Hal ini dibenarkan Sekeretaris KPUD Bandarlampung Jainuddin. Menurutnya, kepercayaan KPU RI yang menunjuk pihaknya mendirikan rumah demokrasi tersebut, tak lepas dari tingkat kepuasan masyarakat Bandarlampung terhadap pihaknya dalam menyelenggarakan pilkwako 2015 lalu, yang terbilang sukses.

''KPUD Bandarlampung dan Lamteng adalah dua dari delapan daerah di Indonesia yang dipercaya menjadi pilot project untuk percontohan dan pengembangan rumah demokrasi ini. Harapan KPU RI agar kita terus bekerja sepanjang tahun dalam rangka pemberdayaan masyarakat di bidang politik, khususnya pilkada,'' kata dia (10/5). 

Dijelaskanya, rumah demokrasi ini merupakan semacam museum yang isinya tentang perjalanan Pemilu. "Isinya nanti ada tentang sejarah, audio visual, dokumentasi foto tentang pilkada, khususnya pilkada 2015 lalu. Jadi informasi ini bisa didapatkan oleh masyarakat Bandarlampung secara gratis,'' terangnya.

Menurutnya, peran KPU dalam mensosialisasikan Pilkada merupakan suatu pembelajaran masyarakat dalam mengenal dunia politik. "Seperti halnya di Australia yang mengharuskan masyarakatnya ikut andil dalam pemilihan, di Indonesia juga seharusnya diterapkan hal tersebut," ujarnya.

Dirinya juga berharap, ke depan hak memilih menjadi suatu kewajiban dalam ajang pilkada, pileg, maupun pilpres. "Kita akan resmikan Rumah demokrasi ini pekan depan. Anak sekolah akan kita undang untuk memberikan pembelajaran politik.'' 
 
Top