Tauhidi (ist)


PRINGSEWU24 - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melimpahkan berkas perkara mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung, Tauhidi dan Hendrawan (rekanan) untuk segera disidangkan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Lampung Yadi Rachmat, Selasa (10/5).

Pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi proyek pengadaan 93 paket perlengkapan sekolah untuk SD/MI/SMP/MTs di Dinas Pendidikan Lampung tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp17,7 miliar itu setelah tim jaksa penuntut selesai menyusun surat dakwaan dan berkas administrasi lainnya.

Yadi Rachmat menjelaskan, tim jaksa penuntut telah selesai menyusun surat dakwaan dan surat pelimpahan perkara yang merugikan negara sebesar Rp8,9 miliar itu. Pihaknya juga telah melimpahkan berkas perkara tersebut. Dengan demikian perkara tersebut akan segera masuk ke meja hijau. "Berkasnya sudah dilimpahkan tadi (kemarin,red) sekitar pukul 11.00 Wib ke pengadilan," kata dia.

Menurutnya, dalam dakwaan jaksa penuntut, kedua tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dalam dakwaan primer. "Dalam dakwaan subsidair tersangka dijerat dengan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo UU No.20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ungkapnya.

Sementara itu, panitera muda Tipikor PN Tanjungkarang Husnul Mauly akan segera memproses pelimpahan tersebut untuk secepatnya disidangkan. "Benar kami menerima pelimpahan atas nama Tauhidi dan Hendrawan. Setelah ini, akan diproses dan diajukan ke ketua pengadilan, hingga ditentukan majelis hakim, panitera pengganti, dan jadwal sidangnya," kata Husnul di ruang kerjanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati menahan Edward Hakim (mantan Kasubag Perencanaan Disdik Lampung) dan Aria Sukma S Rizal (PNS Pemberdayaan Masyarakat Lampung). Beberapa bulan kemudian Tauhidi dan Hendrawan menyusul ke Rutan Wayhuwi, Lampung Selatan. Keempat tersangka itu ditahan setelah tim penyidik Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II ke Kejati. Sementara itu Edward Hakim dan Aria Sukma saat ini masih menjalani proses persidangan.

Dalam kasus itu, negara dirugikan sebesar Rp8,9 Miliar. Dimana Edward Hakim dan Aria Sukma S Rizal menyumbangkan kerugian Rp2,5 Miliar, sedangkan dari perbuatan Tauhidi dan Hendrawan kerugian negara mencapai Rp6,4 Miliar. 
 
Top