ist

PRINGSEWU24 - Bupati Lampung Selatan Dr.H.Zainudin Hasan,M.Hum, mendukung aksi mengubur diri yang dilakukan empat orang warga Bakauheni Lamsel, yang hingga kini belum juga mendapatkan ganti rugi dari penggusuran JTTS, di KM 5 Bakauheni, pada Kamis (2/6), kemarin.

Keempat orang tersebut yakni Arman, Hamdan, Iin dan Samin, mereka terpaksa mengubur diri hingga meyisakan kepala nya saja. "Baguslah biar para petinggi di provinsi dan pusat melihat, kalau mengurus ini tidak mudah. Kalau perlu pemerintah pusat turun langsung ke lapangan, tanya dengan yang bersangkutan kenapa ini bisa terjadi,"ujar orang nomor satu di Lamsel, kemarin.

Zainudin juga sudah memerintahkan Camat Bakauheni untuk memperhatikan warganya yang sedang memperjuangkan hak nya. Pasalnya orang seperti itu, harus diberikan apresiasi dan ditanggapi dengan baik oleh pihak terkait.

"Itu harus diperhatikan karena mereka sedang memperjuangkan haknya. Mau demo, aksi seperti apapun itu sah sah saja, asalkan tidak anarkis dan tidak merusak lingkungan. Semoga Pemerintah Provinsi dan pusat melihat dan mendengar dengan hati nurani, agar membayar apa yang menjadi hak orang lain,"pintanya.

Bang Zai sapaan akrabnya menilai, warganya tidak mungkin mengakui tanah tersebut, secara tiba-tiba. Dirinya yakin para warga yang melakukan aksi tersebut sudah menduduki tanah tersebut sejak lama, hanya saja keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak mampu mengurus surat kepemilikan tanahnya.

"Tidak mungkin ada orang tiba-tiba tinggal disana karena tau bakal ada ganti rugi tanah dari pemerintah pusat. Sudah pasti mereka lama tinggal di situ, untuk kebenarannya kan banyak saksi tetangganya yang mendapatkan ganti rugi. Tanya, apakah mereka benar lama tinggal disitu atau tidak, gampang sajalah,"pungkasnya. 
 
Top