Jalan Tol Trans Sumatera Lampung (ist)

PRINGSEWU24 - PT Waskita Karya sebagai pemegang proyek pembangunan jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)  ruas Bakauheni- Terbanggi Besar untuk titik KM 39.400- KM 80 saat ini sudah menyelesaikan pengerjaan rigid sepanjang 5 KM. Namun pihak Waskita tidak merekomendasikan jalan yang sudah dirigid tersebut untuk dipakai sebagai jalur mudik lebaran.

Kepala Lapangan PT Waskita Karya Rahman Hidayat mengatakan, hal ini dikarenakan pihaknya masih menilai jalan tol untuk titik Sabah-balau- Lematang khususnya masih dinilai sangat pendek dan jalan akses menuju jalan tol tersebut juga masih dalam kondisi yang kurang baik.

Bahkan, menurut rahman apabila para pemudik melalui jalur tersebut akan memperpanjang jarak tempuh sepanjang 15 km dikarenakan jalan akses menuju tol yang memutar dan sempit karena harus melalui perkampungan warga desa lematang. 


“Kami tidak menyarankan untuk dipakai mudik nanti, malah menyiksa pemudik. Kalau mau jadikan alternatif ya silahkan saja, tapi yang tanggung jawab siapa?” kata Rahman saat ditemui di kantor Waskita Karya di Sabahbalau, Lampung selatan, Selasa (28/6).

Selain itu lanjut dia, dengan kondisi akses jalan menuju tol yang sempit karena melewati perkampungan warga, otomatis kecepatan para pengendara juga tidak bisa melaju dengan cepat atau hanya dikisaran 20-30 km/per jam saja. “Otomatis waktu juga akan tersita cukup 
banyak,”imbuhnya.

Menurut Rahman, pihaknya juga belum menerima instruksi jika jalan tol untuk ruas sabahbalau- lematang akan dipakai untuk jalur mudik. “Biasanya kalau mau dipakai (jalan tol) ada pengecekan dulu dari ditlantas (Direktorat Lalu Lintas) Polri, apakah  sudah laik atau tidak,”pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, Pihaknya berharap ada beberapa ruas jalan tol yang dapat digunakan sebagai jalur alternatif bagi para pemudik. Hal ini guna mengurangi beban jalan dilintas sumatera yang diprediksi akan mengalami kepadatan arus lalu lintas.

Gubernur juga mengakui kondisi jalan tol saat ini memang belum dikatakan laik operasi sebagai jalan tol, namun ia berharap kesiapan sarana dan prasarana seperti rambu-rambu sebagai pelengkap jalan tol sudah siap sehingga apabila keadaan mendesa jalan tol dapat sebagai alternatif.

“Memang sedang disiapkan sarana dan prasarananya sebagai angkutan jalan, Tapi kalau sebagai jalan tol saya kira memang belum laik operasi,”pungkasnya usai memimpin Apel pasukan lebaran di lapangan Korpri kantor Gubernur Lampung, Selasa (28/6) .

Landclearing 900 meter
PT Waskita Karya sejauh ini terus melakukan pengerjaan jalan tol trans sumatera untuk titik desa sabahbalau- Lematang. Saat ini Pihak Waskita tengah melakukan pengerjaan Landclearing  untuk lahan yang baru saja dibebebaskan lahannya 4 hari lalu didesa Lematang sepanjang 900 meter.

“Jumat kemarin (24/6) baru selesai pembebasannya, langsung kita kerjakan sekarang sudah mencapai 900 meter yang sudah kita ratakan,” kata Kepala Lapangan PT Waskita Karya Rahman kemarin.

Ia mengatakan, landclering yang sedang dikerjakan saat ini berada dititik KM 75 sampai ke titik KM 74. Ia menyebutkan, Dari titik KM 74 smpai ke KM 73.300 atau jalan Sutami juga sebetulnya siap untuk diratakan, namun dikarenakan masih ada beberapa bidang yang belum dibebaskan. Hal ini dikarenakan sebagaian warga setempat ingin dilakukan penggusuran setelah lebaran.

“Kalau hitung-hitungannya sudah, tinggal bayar saja. Ada Kuburan, masjid dan beberapa rumah disana , cuman warga belum mau dilakukan pembebasan karena menunggu selesai lebaran dulu katanya,”ujarnya. (*)
 
Top