ilustrasi (ist)

PRINGSEWU24 - Seiring keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM yang melakukan pemangkasan subsidi solar dari Rp1000 per liter menjadi Rp350 per liter, harga solar dipastikan bakal mengalami kenaikan. Meski begitu, kenaikannya diperkirakan takkan terlalu signifikan.

Seperti diketahui, selain memangkas subsidi solar, pemerintah juga telah melakukan penghematan atau pemotongan anggaran subsidi BBM dan elpiji 3 kg dari Rp61,69 triliun menjadi Rp40,64 triliun. Hal tersebut tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan adanya pemangkasan subsidi mau tidak mau harga solar dan elpiji kg diperkirakan akan naik.
"Harga tentu akan naik, nanti itu juga bisa mendorong harga barang naik, walaupun angkanya gak besar-besar banget," kata dia, Senin (13/6).

Meski demikian, Darmin menolak bila langkah pemangkasan subsidi bisa menurunkan daya beli masyarakat. Pasalnya, masih ada subsidi-subsidi lain yang masih diberikan dan pemerintah hanya melakukan efisiensi pemberian subsidi tersebut.
"Bantalan sosial kan sudah ada bantuan sosial yang mulai mapan. Dia malah sistem makin lama diperbaikan dan arahnya bahkan pemberian subsidi pada 17 sektor itu sudah harus dipelajari supaya lebih efektif," tuturnya.

Sementara itu, terkait perubahan asumsi ICP dalam APBNP 2016, Darmin memperkirakan akan ada perubahan dari harga asumsi harga minyak dunia dalam APBN 2016 sebesar USD35 per barel. Hal ini tentunya setelah ada penghematan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) dalam APBNP 2016.
"Ada pandangan sekitar USD40 per barel asumsi ICP. Tapi berapa masuknya nanti saya engga tahu," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan, langkah pemangkasan subsidi BBM ini pasti berdampak pada masyarakat karena harga solar subsidi yang saat ini Rp5.150/liter akan mengalami kenaikan.

Namun Sudirman buru-buru menyebut pemerintah akan mencari skema yang terbaik agar dampaknya minim, tidak memukul daya beli masyarakat secara umum.
''Namanya subsidi dikurangi pasti berdampak. Tapi pemerintah punya hitung-hitungan yang tidak memberatkan masyarakat,'' kata dia.

Meski dipastikan akan mengalami kenaikan, namun Sudirman belum belum dapat menentukan berapa besaran kenaikannya karena masih akan dibahas dan dihitung dulu setelah APBN-P disetujui DPR.
''Belum dibahas, harga itu akan dikembalikan pada kerangka keekonomian, diputuskan tiap 3 bulan,'' terangnya.

Dia menambahkan, pemangkasan subsidi BBM merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan membuat anggaran lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Daripada uang triliunan rupiah dihabiskan untuk subsidi solar, menurutnya, lebih baik dipakai untuk membangun waduk, listrik, dan infrastruktur, terutama di daerah-daerah tertinggal.

''Arah dari penataan ini adalah agar subsidi secara bertahap betul-betul sampai pada yang berhak, yaitu masyarakat kecil. Caranya bukan dibagi-bagikan pada yang beli BBM tapi untuk proyek infrastruktur, waduk, listrik,'' pungkasnya.
 
Top