Ilustrasi (ist)

PRINGSEWU24 - Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat muslim khususnya dan masyarakat secara umum jelang Idul Fitri 1437 H, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung akan menempatkan para penembak jitunya (Sniper) diberbagai titik yang dianggap rawan. Rencananya Polda akan menerjunkan sebanyak 64 snipernya dari  2 Kompi personel Brimob dan Sabhara, Minggu (19/6).
 
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, AKBP.Sulistyaningsih menjelaskan untuk menghadapi arus mudik dan hari raya idul fitri 1437 Hijriah tahun 2016, pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 64 personel Sniper dan 2 Kompi Brimob dan Sabhara. "Hari ini, sebanyak 60 personel Sniper di latih untuk persiapan menjalankan tugas selama perayaan Idul Fitri," kata Sulistyaningsih.
 
Mengenai, penempatan personel Sniper menurutnya, para personel akan di sebar di beberapa titik rawan kejahatan. Sementara itu untuk Personel Brimob dan Shabara, disiapkan untuk mengamankan jalur arus mudik dan arus balik selama perayaan Idul Fitri. "Sebanyak 2 kompi personel Brimob dan Sabhara tersebut akan di tempatkan di titik-titik yang dianggap rawan premanisme dan pungutan liar (Pungli)," jelasnya.
 
Selain itu juga, Polda Lampung akan memasang sebanyak 59 CCTV, untuk wilayah Bandarlampung ada 4 titik yang terpasang CCTV yakni, di Tugu Adipura, di masjid Al-Furqon, di Hypermart, dan di Chandra Super Store Tanjungkarang. Selain itu untuk RTMC Ditlantas terpasang di 5 titik, di terminal Rajabasa, di Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, di mall, di pasar, dan dibrbagai titik lainnya.
 
Sedangkan di Bandara Raden Intan II ada 9 titik yang terpasang CCTV yakni, di pintu masuk, di pintu keluar, ruang keberangkatan, parkir kendaraan, ruang VVIP, runag cekin, tunggu dan koridor. Di Kota Metro, ada 4 titik yang terpasang CCTV yakni, di Tugu Pena, di Bundaran 29, di SD Tingkat 16 C Soetta, dan di Kampus Metro Timur.
 
Untuk di pelabuhan Bakauheni ada 37 titik. 1 titik terpasang di pintu masuk pelabuhan, sedangkan 36 titik lainnya tersebar didalam pelabuhan. Di pelabuhan Bakauheni akan ditempatkan sebanyak 203 personel gabungan. Masing-masing 120 personel Polri, 14 personel TNI, Dishub 26 orang, Polpp 20 orang, 8 orang tenaga kesehatan, dan 15 orang Pramuka.
 
Mengenai antisipasi mengurai padatnya kendaraan di pelabuhan Bakauheni, ada beberapa upaya yang dilakukan diantaranya, mobil truk akan masuk ke kantong parkir yang telah di sediakan di jalan lintas Timur , jalan lintas Tengah dan jalan lintas Barat. "Mobil jenis truk bisa melintas lagi setelah kepadatan lalulintas terurai dan jalanan kembali lancar,"ungkap Sulistyaningsih.
 
Untuk pelaksanaannya seluruh Kasat Lantas diminta untuk mengontrol mobil-mobil truk agar masuk ke kantong Parkir. "Dalam upaya memperlancar mengurai padatnya kendaraan, Polda Lampung telah menyiapkan 30 kendaraan bermotor jenis trail di pos pengamanan dan pos pelayanan,"tambahnya. 
 
Top