Massa JK diduga bayaran diakui oleh salah satu peserta demo (ist) 

BANDARLAMPUNG - Demonstrasi didepan Kantor Pemerintah Provinsi Lampung pakai massa bayaran. Hal tersebut berdasarkan pengakuan bagas, warga pesisir bercerita diberikan uang saku beserta makan siang hanya untuk ikut meramaikan aksi bersama puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Kerakyatan (JK) Lampung.

"Variasi sih, ada yang Rp100 ribu dan Rp200 ribu. Saya tidak banyak tahu, yang penting dapat uang dan makan lalu kembali pulang. Ketua kelompoknya (NI) orasinya yang kasih itu uang," jelas Bagas, di lokasi, Rabu (29/3).

Pria berbadan gempal ini bahkan tidak segan-segan melakukan sesuai perintah asal dana yang diberikan sesuai. "Berapa mau kasih, lompat pagar pemerintah saya berani, asalkan sesuai yah," tegasnya.

Seperti diketahui, adanya indikasi massa bayaran yang melakukan orasi di Kantor Pemprov Lampung juga pernah terjadi sebelumnya.

Yakni, puluhan warga Pahoman mengaku ditipu oleh Lurah Pahoman yang sebelumnya meminta mereka berkumpul di depan Hotel Sheraton, Jalan WR. Monginsidi, pada hari Rabu (8/3) laluz sekitar pukul.10.00 WIB.

Menurut salah seorang warga yang ditemui di Jalan WR.Monginsidi,  saat itu mereka diminta oleh Lurah Pahoman, Teguh Jayadi, untuk berkumpul di depan Hotel Sheraton. 

"Kami cuma disuruh kumpul di depan Hotel Sheraton, awalnya kami kira ada pengajian. Kami tidak tahu kalau diajak demo begini," ujarnya salah satu warga.

Bahkan, beberapa warga yang kesal akhirnya kembali ke rumah. "Kalau  tahu diajak demo seperti ini, kami jelas tidak mau. Kami saja tidak tahu masalahnya apa," tutur warga lainnya.

Untuk diketahui, puluhan massa melakukan aksi unjuk rasa ternyata tidak sepenuhnya mengetahui permasalahan yang dipersoalkan. Pasalnya, aksi demo ini juga ditenggarai punya kepentingan politik dengan mengundang masa bayaran untuk meramaikan aksi.

Bagaimana tidak, beberapa diantara massa bahkan ada yang mengaku menerima sejumlah uang hanya untuk sekedar ikut tergabung pada orasi tersebut.

Dikonfirmasi, Resmen Khadafi membantah massa yang ikut demo disebut massa bayaran. Menurutnya massa datang dengan kesadaran sendiri dan ada bantuan dari rekan yang turut kirim massa tapi bukan bayaran.

"kalau massa dari kita itu gak ada massa bayaran ya. Gak tau kalau yang diluar barisan kita. Mereka semua terorganisir gak ada yang dibayar-bayar itu," kata Resmen Khadafi melalui telepon.(WW) 

 
Top