Kapolda Lampung Irjen Sudjarno (ist) 

BANDARLAMPUNG, - Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) akan memantau aksi unjuk rasa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan dilaksanakan pada minggu (16/4/2017). Reaksi Anshor atas aksi HTI tersebut karena aksi yang akan digelar itu tidak sejalan dengan ideologi Pancasila.

"Kita akan monitor aksi HTI karena mereka mengkampanyekan Masyirah Panji Rasulullah yang merupakan untuk mendirikan agama islam atau kekhilafahan sedangkan ideologi bangsa adalah Pancasila," ujar ketua GP Anshor Hidir Ibrahim, jumat (14/4)

Anshor pun sudah menyiapkan 600 personil mengawal aksi HTI. Personil yang diturunkan tidak semuanya memakai seragam Anshor namun juga akan memakai pakaian biasa.

"Kita sudah minta kapolda untuk tidak mengizinkan aksi tersebut. Namun kapolda berjanji akan mengawal aksi yang digelar itu dengan tetap tertib dan akan menindak jika aksi bertentangan dengan Pancasila," ucapnya

GP Ansor Hidir Ibrahim melakukan kunjungan ke Polda Lampung yang diterima Kapolda Ispektur Jenderal Sudjarno, dalam pertemuan itu membahas mengenai pemberian izin aksi kepada HTI dan juga koordinasi sikap Anshor atas aksi tersebut.

Dikatakan dia, munculnya faham-faham radikal serta masifnya isu-isu serupa berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga suatu panggilan jiwa untuk melawannya.

"Bila pada saat HTI menggelar aksi nanti ada bendera panji-panji yang berkisar dan atau ada orasi yang merupakan ajakan atau himbauan maka kami akan minta kepada pihak kepolisian untuk membubarkan massa," terangnya.

Menanggapi sikap GP anshor, Kapolda Lampung Inspektur Jendral Sudjarno mengatakan aksi HTI akan dikawal pihak kepolisian dan mempersilakan aksi digelar asalkan Membawa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan bendera NKRI.

"Kita ucapkan terima kasih GP Anshor bersama-sama menjaga ideologi Pancasila dan NKRI. Harapan kita supaya menyikapi aksi tersebut tidak melakukan hal-hal yang diluar ranahnya dan selalu berkoordinasi dengan aparat di lapangan," katanya.(#) 
 
Top