Arinal Djunaidi (ist) 

BANDARLAMPUNG- Digadang-gadang akan maju dalam Pilgub mendatang setelah mendapatkan dukungan dari Partai Golkar di sebagian besar kabupaten/kota se Lampung, Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi ternyata belum mau menentukan sikap politiknya.

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung ini mengaku akan mengalir seperti air. Artinya, meski didukung kader partai Golkar Lampung untuk maju pada pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung tahun 2018 mendatang, Arinal Djunaidi mengaku belum fokus ke arah Pilgub. 

Mantan Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Lampung itu mengaku ingin membesarkan partai terlebih dahulu dan fokus pada konsolidasi partai.

"Belum berpikir ke arah Pilgub, saya fokus besarkan partai, konsolidasi hingga tingkat desa, sekarang ini bekerja dulu, saya tidak mau langsung ke arah sana (pilgub). Tapi apa yang sudah kita perbuat untuk rakyat,” jelas Arinal Djunaidi saat diwawancari di Kantor DPD I Golkar Lampung, Senin (17/4) sore.

Menurut Arinal, mekanisme untuk pencalonan kepala daerah harus sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. 

"Golkar itu boleh dua nanti bakal calonnya, dan hasilnya nanti akan ditentukan oleh survey DPP, pokoknya sesuai juklak 06 tentang penetapan pasangan calon gubernur, Bupati dan walikota dari partai Golkar," kata Arinal.

Mengenai tiga nama yang muncul dari Partai Golkar yang digadang-gadang maju Pilgub, Arinal menjelaskan sah- sah saja mereka mengatakan itu, namun demikian tetap ada mekanisme partai yang mengaturnya."Semua kan boleh saja nyalon, kita ada mekanismenya," katanya.

Sekretaris DPD I Golkar Lampung Supriyadi Hamzah menambahkan, di dalam Juklak 06 DPP Partai Golkar, yang mengatur penentuan calon kepala daerah dilakukan secara terbuka. "Semua boleh mendaftar sebagai calon kepala daerah. Sebelum pendaftaran di KPU Survei dilakukan sebanyak 3 kali kepada calon, ini yang dinamakan dinamika politik partai Golkar,” kata Supriyadi Hamzah kepada awak media.

Supriyadi mengatakan tidak mempermasalahkan kader golkar yang digadang-gadang maju Pilgub. Adapun tiga nama itu yakni Arinal Djunaidi, Azis Syamsudin dan M. Alzier Dianis Thabranie.

"Dua sampai tiga nama nanti diambil, dan DPP yang memutuskan. Sekarang ini ketua DPD I Golkar tidak tentu dia calon kuat gubernur. Golkar membuka diri siapapun untuk mendaftar calon kepala daerah," jelasnya.

Mengenai pernyataan Arinal yang belum berfikir ke arah Pilgub, Supriyadi menjelaskan karena saat ini mereka tengah fokus konsolidasi internal. "Kenapa saat ini Golkar belum mengarah ke sana, karena sejauh ini Pak Arinal sedang lakukan rekonsiliasi, dan konsolidasi hingga tingkat desa. Bila sepakat diujung ketua, maka ketika survei itu bisa tinggi, harus didukung," kata dia lagi.

Sementara Wakil ketua Koordinator bidang (Korbid) Pemenangan pemilu DPD I Golkar Lampung Tony Eka Candra mengatakan Golkar adalah partai demokratis. Karena semua kader punya hak yang sama untuk mencalonkan, dan terbuka juga kepada eksternal. 

"Golkar ini kan partai demokratis, karena setiap kader Golkar punya hak sama sebagai calon kepala daerah. Namun demikian, kita ketahui bersama saat ini, bahwa kabupaten se-Lampung memberikan support kepada pak Arinal bersedia maju Pemilihan Gubernur Lampung, artinya kader partai di tingkat DPD Kabupaten / kota hingga tingkat Pimpinan kecamatan (PK) menginginkan simbol partai Golkar Lampung itu maju, wajar saja, dia ketua DPD I Golkar Lampung," tegasnya via telepon.

Menurut dia, Arinal yang merupakan mantan Sekdaprov Lampung, pernah menjabat jabatan tertinggi PNS hingga golongan IV E itu merupakan sebuah karier yang luar biasa. "Dia jabatan birokrasi tertinggi golongan IV E, dan beliau terbiasa dengan pembangunan provinsi Lampung. Khususnya saya pemenangan pemilu, memberikan suport dan dukungan maju pilgub," katanya.

Untuk tiga nama yang beredar dari internal Golkar, Tony mengatakan hal yang wajar. "Ketiganya punya hak sama untuk dicalonkan di Golkar, wajar-wajar saja menurut saya, karena mereka adalah kader-kader terbaik Golkar," kata dia. 

Baik kader internal dan eksternal, intinya punya pemahaman yang sama dengan Golkar itu kriterianya. "Baik internal maupun eksternal punya kesempatan sama untuk mencalonkan keputusannya ada di DPP," tandasnya. 
 
Top