BANDARLAMPUNG, - Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengusung pasangan calon gubernur – wakil gubernur untuk Herman HN- Sutono dinilai koordinator arus bawah DPD PDIP Yohannes Joko Purwanto bahwa partai berlambang moncong putih ini diindikasi telah masuk perangkap PT Sugar Group Company (SGC).

Karena, rekomendasi itu dinilai tidak sesuai dengan sambutan ketua umum DPP PDI-P, Megawati Soekarno Putri di Grand Ina Bali 2017 lalu yang menolak adanya campur tangan PT SGC untuk pilgub Lampung.

“ Seharusnya DPP PDIP bukan mendukung Herman HN. Karena,  dalam Pilwakot 2015 lalu dibantu puluhan miliar oleh Perusahaan gula tersebut. Bahkan saat Ketua DPD Demokrat Lampung Ridho Ficardo mendorong sahabatnya Nizwar Affandi alias Affan di Pilwakot Bandar Lampung. SGC malah mendorong Ketua Apindo Lampung Yusuf Kohar untuk direkom DPP Partai Demokrat sebagai calon Wakil Walikota saat itu,” kata Joko, Kamis (4/1).

Atas dasar ketidaksukaan Megawati Soekarnoputri terhadap PT SGC tersebut, semestinya presiden kelima RI tersebut bisa mengakomodir lawan dari perusahaan terbesar se-Asia Tenggara itu dengan mengusung petahana M.Ridho Ficardo di pilgub 2018.

“Hanya pasangan Gubernur Incumbent M. Ridho Ficardo dan didukung Partai Demokrat serta kuat di jaringan birokrasi, jadi berpasangan dengan siapapun dari kader internal PDI Perjuangan yang militan dan mesin partai solid mampu mengimbangi pasangan A-Nu (Arinal – Nunik) yang diduga disponsori oleh PT SGC,” ungkapnya.

“Kekuatan Logistik yang besar dari Cagub Arinal didukung Golkar dan SGC diimbangi dengan Cawagub Nunik dari PKB dengan basis massa NU, dimana kader nya menguasai penyelenggara pemilu dari KPU sampai Bawaslu ke bawah. Ditambah pasangan ini digawangi konsultan politik nasional Eep Syaifullah Fatah yang sukses memenangkan Anies - Sandi di Pilkada DKI Jakarta lalu,” tegasnya.

Selain itu, sebagian kalangan PDI Perjuangan yang tidak tahu tentang status keanggotaan Herman HN tersebut memang berharap suami Eva Dwiana ini bisa menjadi lawan tangguh untuk menghadapi paslon A-Nu.

Namun, pada kenyataannya, Walikota Bandarlampung, Herman HN yang memiliki logistik sangat terbatas dipakai oleh SGC untuk menjadi pasangan pendamping A-Nu di pilgub 2018.

“ Disini sangat disayangkan, PDI Perjuangan kecolongan atas segala cara yang dilakukan oleh SGC agar Incumbent M. Ridho Ficardo tidak diusung oleh PDI Perjuangan dengan cara meminjam tangan orang lain alias proxy war untuk mendukung Herman HN,” ucapnya.

“Meski Herman bukan lagi kader PDI Perjuangan karena sudah berakhir keanggotaannya dengan mencalonkan diri dari Partai lain (PAN) pada Pilgub 2013/2014  lalu dan belum dipulihkan keanggotaanya di Kongres 2015 lalu. Mesi status M.Ridho Ficardo dan  Herman HN sama-sama kader Eksternal. Tetapi,  bedanya Herman HN pernah berkhianat, sedangkan M.Ridho Ficardo itu tidak pernah berkhianat,” pungkasnya.
 
Top