Lampung Tengah,-Warga bersama TIM Pemenangan Calon Gubernur Lampung Mustafa-Jazuli, mengamankan Truk-truk pengangkut logistik Paslon Nomor urut 3 Arinal-Nunik, di kampung Negara Aji Tua, Kec. Anak Tuha Kab. Lampung Tengah, Jumat (1/6/2018).

Menurut salah satu warga yang menyaksikan secara langsung saat mengamankan barang logistik pasangan Arinal-Nunik, mengatakan bahwasanya masyarakat menginginkan Pilkada Damai, sejuk, jujur, adil dan Demokratis.




“Bagaimana Lampung bisa makmur kalau warganya memilih nanti diberi imbalan sepetti ini,” tegas sumber yang enggan namanya ditulis saat awak media mewawancarainya dilokasi.

Ditempat yang sama, warga lain yang saat itu ikut menggerebek barang logistik Arinal-Nunik juga turut angkat bicara, menurutnya bukan pertama kalinya warga Lampung tengah mengamankan barang logistik yang berbau dengan kampanye ini.


Dirinya mendesak agar penegak hukum dapat menindaklanjuti kecurangan kampanye ini, dengan cara mengambil hati rakyat hanya dengan barang yang tidak bermanfaat untuk Lampung menuju 5 tahun kedepan.

“Saya sebagai warga Lampung berharap agar ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib,” beber sumber yang enggan namanya ditulis.

Sementara salah satu TIM Pemenangan Calon Gubernur Lampung Mustafa-Jazuli membeberkan kecurangan paslon Arinal-Nunik yang dananya bukan main ini disokong oleh SGC.

Bahkan menurutnya dalam waktu dekat ini, kaki tangan SGC juga akan membagikan uang dalam jumlah besar ke warga agar memilih paslon nomer 3.

“Kita bicara yang sebenarnya, diiharapkan warga Lampung waspada dan turut membantu aparat keamanan menjaga suasana pilgub Lampung yang kondusif, tidak dikotori cara-cara kotor dalam meraih kekuasaan karena ujung-ujungnya Provinsi Lampung tergadai dalam cengkraman para cukong. Pembagian ini dilaksanakan secara sistematis oleh kaki tangan SGC,” jelasnya.

Terpisah, pengamat Hukum Universitas Lampung, Yusdianto menyayangkan kurang tegasnya Bawaslu terkait tertangkapnya truk pengangkut barang logistik Arinal-Nunik oleh warga Lampung Tengah.

“Jangan biarkan masyarakat bertindak secara liar. Ini akbiat ketidakpastian hukum bawaslu dalam mencegah hal tersebut ternyata bisa lolos,” jelas Yusdianto kepada awak media. (red)
 
Top